40th FE-Universitas Jember

Tak terasa November ini (2004) fakultas kita menginjak usia ke 40 tahun. Usia yang harusnya dipenuhi dengan semarak kegirangan dan juga
mawas diri.

40 tahun sudah, beribu-ribu lembar kertas tertoreh tinta mesin tik, tinta printer bertulis segudang ide keilmuan yang tertulis manis kata skripsi, pun tidak lupa tertulis lembar persembahan: ‘kupersembahkan untuk ayah-ibu atau my love’, juga dokumen tertulis nama-nama alumni tertulis kata penuh bangga ‘Ijasah’ dengan gelar keren drs/SE yang tidak mudah meraihnya.(?).

40 tahun sudah, tangis dan tawa beraduk di luar ruangan ujian. disertai maki-maki ketidakpuasan atas hasil yang dicapai, pun juga senyum puas atas prestasi teraih. Kering sudah keringat bercampur demam puluhan menit yang lalu.

40 tahun sudah, beribu-ribu remaja yang baru menanggalkan seragam sekolah menengahnya merasakan indahnya kampus penuh cita dan cinta
bak galih dan ratna, film roman remaja 80an. penuh warni gaun dan harus parfum.

40 tahun sudah, guru-guru kita yang mengantarkan menapaki cita itu telah usur, memutih rambutnya dan bahkan tertanam di tanah makam
tanpa ada kenangan yang berarti.

40 tahun sudah, staf fakultas yang pagi hari dengan setia mendahului membersihkan ruangan kuliah dan menyiapkan kapur, spidol atau OHP yang hingga kini tak kunjung jadi PNS golongan II atau I.

40 tahun sudah, Fakultas yang seharusnya marak dihiasi oleh pernik-pernik kegiatan mengolah rasa, emosi dan karya nyata pada level
lokal, nasional, regional dan internasional masih dipusingkan dengan ‘orientasi’ dapur rumah yang harus ngebul bagi civitas akademikanya.

40 tahun sudah, mahasiswa jengkel dengan kuliah yang sering ganti jadwal, pun dosen yang mengumpat atas coretan tanpa arti di lembar
jawaban ujian.

40 tahun sudah, cantiknya ruangan kuliah semakin terasa. kursi baru, lantai keramik, dan semakin lega dengan volume ruagan yang semakin
luas.
40 tahun sudah…suka itu beraduk dengan duka..antara tangis dan tawa dan antara masa lalu, kini dan masa depan yang tidak harus kita
lupakan begitu saja….

masihkah ada yang penuh Cinta dan Cita melihat ‘pasang surutnya’ fakultas kita? entahlah…dunia toh terus berputar..yang pusing silahkan cari obat sendiri, yang suka ngak usah ingat yang duka, yang menangis silahkan menangis dengan keras…toh sekarang dunia sudah berubah…yang berpesta puaskanlah sampai pagi hari…..bukan begitu?  @Adhitya/FE-IESP 90-alumni 94

Goettingen, November 2004

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s