Kebaikan hati

Dalam kesendirian terkadang manggu tak dapat terelakkan. Berbagai pikiran berhamburan ingin keluar dari kepenatan sempitnya volume otak. Tak hingga memaksa berbaur dengan semburatnya perasaan jiwa. Menyelami samudra kehidupan kadang tidak akan menemui indahnya mutiara, malah terkadang duri-duri tajam menusuk nestapa. Namun demikian teliti untuk menghindari adalah pengendalian diri yang tiada tara dahsyat,  dalam galau membelai hati sekalipun.

Hidup bertabur surya memancar adalah mesra hidup yang sering kita cari. Meski cerita ceria tersebut tidak mudah tanpa penyatuan batin dan pikir. Keterpaduan keduanya adalah keindahan yang tiada tara, meski banyak menyisakan agenda. Mungkin kuncinya adalah kebaikan hati. Untuk itu mari kita lakukan kedepan, berlari kencang, berjalan tegap bersama timbul tengelamnya horizon waktu tanpa meninggalkan kebaikan hati.

Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan  ketajaman pikiran. Kita perlu bertindak dengan kelembutan  hati. Bangunan sukses yang kita raih bukanlah upaya sendiri melainkan di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain, bapak-Ibu yang kita hormati, istri tercinta, adik kakak tersayang, handai taulan terkasih, sobat-karib terpercaya. Hanya bila kita melakukannya dengan kebaikan hati, siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan kita, tanpa pamrih dengan hati riang. Hanya dengan ketulusanlah semuanya menjadi saudara. Kebaikan hati adalah ikatan batin dan raga yang terpancar dari gerak tangan, mulut dan kaki. Menyatu dengan kehendak untuk menjadi lebih baik, dan dapat mengurangi penderitaan sesama. Laksana orang baru menghargai air setelah ia hampir mati kehausan. Demikian pula dengan kebaikan hati adalah sesuatu yang spontan dan tanpa rekayasa.

Teringat fatwa orang bijak bahwasanya “Jika busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah  dengan seluruh hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan bumerang  yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda.

Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya  dengan tulus dan penuh kasih. Tiada yang lebih manis daripada  memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan. Bahkan terkadang memaksa mata kita terkaca-kaca dalam tunduk syukur memohon kehadiratNya.

Kebaikan hati adalah kecenderungan menatap beratnya hidup. Terkadang bertentangan dengan bisik nurani, tapi mari kita mulai dari detik ini. Untuk melihat cinta dan cita yang merekah. Bagai tarian kupu-kupu hanyut dalam dekapan warna-warni bunga di taman harapan.  Dengan sedikit merenung buah pikir Thoreau berikut  maka kebaikan hati dapat menjadi relasi hangat dengan meregangnya kerja keras otot dan jejaring semrawut pikir:

Jika seseorang melangkah dengan mantap ke arah yang diangankannya dan berusaha keras untuk hidup seperti apa yang ia bayangkan, ia akan memperoleh sukses yang tidak pernah terpikir olehnya. ” (Thoreau)

Teriring salam dari Goettingen yang dingin, Adhitya (05.10.03)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s