Kemenangan

Sudah jamak kemenangan disambut dan diarak
Sudahlah layak kemenangan menjadi impian banyak khalayak
berhambur sanjungan dan terkalung bunga mewarna
serta sorak kemenangan berjubial.
Seakan tidak percaya bahwa kemenangan menjadi dirinya:
… dikenal dan terkenal.

Tapi….
Kemenangan ternyata bukan segalanya.
Terkadang terselip duri penyesak nurani
Terkadang galau kaki diajak untuk berlari
Terkadang malah membutakan mata hati.

Mengapa?
Karena kemenangan meninggalkan duka
Menyisihkan
Menyingkirkan
Dan mematikan lawan.

Pernahkah terpikir….’bukankan lawan yang membuat kita terkenal dan dikenal?’
Atau masih perlukah kita memperdebatkan berapa besar perjuangan dan betapa hebatnya kita?

Adhitya, studentendorft-marburg, 18 April 2001

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s