Floh Markt

Jika di Indonesia orang yang sering beli dipasar loak pasti kena stigma bahwa orang tersebut pasti orang miskin. Namun, lain halnya dengan di Jerman, Floh Markt atau pasar Loak, adalah tradisi unik masyarakat Eropa termasuk Jerman yang sering diselenggarakan tiap akhir minggu. Dalam bahasa Perancis lebih dikenal Marche aux puces atau  flea market dalam bahasa Inggris.  FM ini merupakan tempat favorit hampir masyarakat pelajar Indonesia untuk mendapat barang yang murah dalam kondisi masih bagus. Uniknya masih ada sistem pasar tradisional dengan tawar menawar.

Dengan mengunjungi flow markt banyak hal yang bisa kita dapati, tidak saja barang layak bekas pakai, kalau beruntung kita dapat mendapatkan barang antik yang masih punya harga untuk dapat menjadi pajangan. Floh markt juga menyisipkan banyak nilai-nilai unit ditengah maraknya deru kapitalisasi modern. Dalam sistem perdagangan yang serba modern bahkan bisnis online sudah menjamur, maka floh markt adalah sebuah anomali. Dia hadir tidak saja sebagai pasar tempat pembeli dan penjual bertemu, tempat transaksi barang terjadi, ia ada lebih dari sekedar makna pasar secara ekonomi.

Satu yang unik terlihat adalah setiap penyelenggaraan flohmarkt terlihat anak-anak dibawa oleh bapak ibunya untuk membantu berjualan. Tidak sedikit anak-anak diminta untuk menjual boneka atau mainannya yang sudah tidak disukai di Flohmarkt tersebut. Pada titik ini yang terbersit adalah mereka mendidik anaknya untuk mandiri, untuk berani, untuk mengenal orang, untuk menghormati orang, untuk tangkas berdagang, untuk mengenal uang. Artinya ada sisi positif yang kasat mata terlihat bahwasannya menjadi mandiri ditanamkan sejak dini.

Flohmarkt menyisakan banyak kenangan yang tidak terlupakan. Di Goettingen, Flohmarkt dihadirkan secara regular ada yang dilakukan oleh kumpulan orang per orang ataupun lembaga masyarakat tertentu. Yang menarik adalah ada salah satu lembaga masyarakat yang membuka Flohmarkt dengan buka waktu tertentu biasanya jam 08.00 hingga jam 17.00. Transaksi bisa dilakukan dengan pedagang pada waktu itu. Setelahnya kita cukup tercenggang dibuatnya, sebab semua barang dagangan akan dihancurkan. Dan terkadang kita bisa menyaksikan proses penghancuran tersebut. Memang yang diperdagangkan di Flohmarkt ini adalah barang lama barang second hand. Tapi sungguh sayang sekali, terkadang kita sangat menginginkan barang tersebut dan tidak berhasil dalam proses transaksi dengan serta merta kita melihat proses penghancuran.

Yah begitulah sekelumit Flohmarkt di belahan Jerman yang terkadang menyisakan kegundahan.  adhitya@Goettingen, 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s