New Year, New Chapter

Dipenghujung tahun ini..dalam hitungan menit lagi kita akan menuju waktu baru, lembaran waktu baru 2018 yang harus diisi dan dihiasi dengan penuh harap dan cita. Meski seharian mendung dan hujan bercengkerama bak menyambut datangnya sang waktu baru. Malam ini tidak ada yang istimewa selain merenung dan mengingat betapa berharganya waktu, betapa banyak cita yang tak terabaikan karena beriring dan bertumpuk dengan irisan agenda yang datang tanpa rencana. Cita, rencana, waktu berkelindan diantara gurat otot, emosi dan nalar lagi asa.

Sungguh sangatlah terlalu singkat menulis pernik-pernik hidup yang terlewati di tahun 2017. Mengingatnya satu-satu adalah mustahil dan penuh sesak menusuk dada. Namun melupakan begitu saja adalah menumpuk kecerobahan yang terakumulasi beratnya beban hidup kedepan. Singkatnya perjalanan 2017 adalah sejarah yang penuh pahit, ada segumpal getir dan secuil suka yang kadang penuh terselimuti ceria. Ada rencana yang penuh harap terlaksana, entah oleh apa tercerai bak tembikar pecah. Ada pertemuan dengan manusia baru yang penuh antusias menjadi seakan lupa usia. Pingin meloncat tanpa bertumpu pada lutut yang pernah cacat. Bahkan kadang menyalahkan Tuhan yang tidak berpihak pada kecenderungan kita. Egois dan penuh ambisi. Tahun 2017 ini mungkin  tidak seindah tahun lalu, mungkin tidak sebahagia tahun lalu. Mungkin bukan  tahunku 2017 ini. Tapi juga tidak bisa begitu. Tuhan penuh rahmat menuntun kita menuju detik terakhir tahun ini, adalah bukan kesia-siaan. Tentu ada rencana tersembunyi yang harus kita pelajari maknanya. Memang tidak seketika dan sekejap mengejawantahkannya. Tahun 2017 adalah tahun belajar. Belajar meniti hidup yang sulit diramal. Belajar akan hitungan warna kehidupan yang selalu bertambah. Tahun 2017 adalah tahun belajar untuk mengerti manusia dengan atributnya.

Tahun 2018, apapun shio-nya dan apapun keberuntungannya adalah semakin tidak relevan untuk diutak-atik ramalan yang mengiring rasa batin kita. Lupakan saja. Lebih baik kita menggumpulkan kembali keping-keping puzzle yang belum terpikir dan tersusun. Memahami orang-orang terdekat dengan kasih sayang maha dahsyat perlu di resolusi penuh hikmat. Keluarga adalah tumpuan terhandal yang setia disamping kita, sobat dan sahabat adalah pelipur lara dan alarm mengingat kita jika pikir dan perasaan tidak berpadu padan. Alam semesta yang siap kita bisikan segudang harapan.  Batu dan gunung pasti akan tahan dengan umpatan kekesalan kita. Kebahagian akan tercipta ketika menjaga pikiran untuk tetap positif dan meski gosip, prasangka dan penilaian buruk kerap kali menguras emosi. Tetap pada lajur pikir yang positif. Energi negatif tidak akan mampu menenggelamkan kita ke dasar kekalutan nalar dan perasaan. Jadilah tuan atas diri kita sendiri. Memilah dan memilih apapun yang masuk ke dalam pikiran terlebih menyaringnya dengan benih kebijaksanaan pastilah pikiran selalu terisi dengan kebenaran dan kebaikan. Pada titik itu maka hidup akan terasa bahagia, damai dan penuh makna.

Terima kasih Tuhan, terima kasih keluargaku, sobat dan sahabatku, rekan dan temanku.

Terima kasih 2017, Selamat Datang 2018, semoga menjadi “guru” kehidupan terbaik

New Year…

New Moments…

New Challenges…

New Opportunities…

New Chapter…

Happy New Year 2018

 

#adhitya wardhono: jember, 31 desember 2017: 23.55 WIB#

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s