Category: Puitika

Untukmu

Detik waktu terus berlalu seiring surut benderangnya hari. Kadang langkah penuh sesak karya dan cita berkelindan lalai turut membuai bersama denting sang kala pula abai turut serta tak hirau berlalu Kadang khilaf menjauh dari lembutnya belaian asmara. Namun cinta dalam jiwa hanyalah padamu.   Maafkanlah bila hati tak sempurna cintaimu. Namun yakinlah dinda, ….dalam dada … Continue reading Untukmu

Advertisements

Sujud

  Kala malam mengundang 'tuk datang Pun semua telah tenggelam Bumi tenggelam dalam gelap Insanpun telah terlelap   Sumbang suara angin malam semilir Mengajak untuk berzikir Berpikir atas pemberianMu yang kadang  tak tepikir Mengajak untuk bersujud Meminta ampunMu biar asa turut terujud   Ya Allah...ampunMu senantiasa kuminta Karena aku tak kuasa kau tampakkan murkaMU   … Continue reading Sujud

Tanpa Judul

Cuaca ketiga tahun ini telah datang Terik berganti angin yang berkawan dingin Seakan membawa salam dan kabar berkala Seperti pertemuan yang kudamba hanya khayalan Seperti rindu yang kian mengunung Memang  cinta kadang bak telenovela Yang ceritanya kadang tak mampu dihela.   Adhitya, Marburg, 2002 (sekedar menyimpan memori)  

Masa

Masa tak pernah terukur Manusia tak pernah tahu umurnya Kita serahkan saja padaMu. Berapapun umur masa….   Yang terpindai hanya  hitungan pendek dan panjang Pun itu relatif adanya Masa kadang menjadi saksi senyap ... atas selingkuh bahagia dan nestapa ...atas cita dan keputusasaan ...atas tersungkur dan tegaknya prinsip meski kadang menerjang terjang tak hendak surut … Continue reading Masa

Penyerahan

baik, baik, ..adik akukan serahkan, adik segenap jiwa dan tulang-tulangku nanti dan juga petiku tapi- jangan kau  menanti kematianku   Adhitya, kupang-bondowoso, agustus 1993: 20.45 WIB (KKN itu biru)